ASSALAMU'ALLAIKUM...


Sabtu, 04 Juni 2011

MAKALAH SELENIUM

A. Pendahuluan
a. sejarah
Selenium adalah salah satu komponen anorganik yang paling sering dipelajari sejak ditemukan pada tahun 1950 sebagai suatu unsure, sampai akhirnya diketatahui bahwa selenium memiliki efek racun pada lingkungan pada tahun 1967. Selenium ditemukan dalam beberapa mineral yang cukup langka seperti kruksit dan klausthalit. Beberapa tahun yang lalu, selenium didapatkan dari debu cerobong asap yang tersisa dari proses bijih tembaga sulfida. Sekarang selenium di seluruh dunia dihasilkan dari pemurnian kembali logam anoda dari proses elektrolisis tembaga. Selenium diperoleh dari memanggang endapan hasil elektrolisis dengan soda atau asam sulfat, atau dengan meleburkan endapan tersebut dengan soda dan niter (mineral yang mengandung kalium nitrat).
Selenium ditemukan di alam secara umun dalam jumlah yang relative kecil dalam batuan, tanaman, batu bara dan bahan bakar fosil selain batu bara. Selenium tidak ditemukan dalam bentuk murni tetapi biasanya dalam kombinasi dengan substansi lain. Selenium dalam batuan berkombinasi dengan mineral sulfide atau dengan perak, tembaga, timbale dan mineral nikel. Selenium berkombinasi dengan oksigen dari berbagai substansi ketika batuan menjadi tanah, substansi terbesar adalah sebagai natrium selenit dan natrium selenat.
b. Sifat-sifat
Selenium berada dalam beberapa bentuk allotrop, walaupun hanya dikenal tiga bentuk. Selenium bisa didapatkan baik dalam struktur amorf maupun kristal. Selenium amorf bisa berwarna merah (bentuk serbuk) atau hitam (dalam bentuk seperti kaca). Selenium kristal monoklinik berwarna merah tua. Sedangkan selenium kristal heksagonal, yang merupakan jenis paling stabil, berwarna abu-abu metalik.
Selenium menunjukkan sifat fotovoltaik, yakni mengubah cahaya menjadi listrik, dan sifat fotokonduktif, yakni menunjukkan penurunan hambatan listrik dengan meningkatnya cahaya dari luar (menjadi penghantar listrik ketika terpapar cahaya dengan energi yang cukup). Sifat-sifat ini membuat selenium sangat berguna dalam produksi fotosel dan exposuremeter untuk tujuan fotografi, seperti sel matahari. Di bawah titik cairnya, selenium adalah semikonduktor tipe p dan memiliki banyak kegunaan dalam penerapan elektronik .
Selenium telah dikatakan non toksik, dan menjadi kebutuhan unsur yang penting dalam jumlah sedikit. Namun asam selenida dan senyawa selenium lainnya adalah racun, dan reaksi fisiologisnya menyerupai arsen.
c. Kegunaan
Selenium juga merupakan nutrisi yang penting sehingga menumbuhkan ketertarikan manusia untuk mempelajarinya pada ilmu perkebunan. Tumbuhan dapat dengan mudah mengambil senyawa selenat dari air dan mengubahnya menjadi senyawa selenium organic sebagai selenometionin. Manusia dan hewan menggunakan senyawa selenium baik senyawa organic maupun anorganik yang didapatkan dari makanan. Selenium membantu mencegah kerusakan sel dalam tubuh dengan cara melindungi sel-sel jaringan tubuh, menangkal radikal bebas, bersama-sama dengan vitamin E sebagai antioksidan.
Manfaatnya bagi tubuh
• Menangkal radikal bebas
Tubuh setiap orang memiliki kemampuan untuk melawan radikal bebas yang bisa menghancurkan sel dan menimbulkan berbagai penyakit kronis seperti kanker, penyakit jantung dan penuaan dini. Di dalam tubuh, selenium bekerja sama dengan vitamin E sebagai zat antioksidan untuk memperlambat oksidasi asam lemak tak jenuh.
• Meningkatkan kekebalan tubuh
Selenium diketahui memperbaiki sistem imunitas (kekebalan tubuh) dan fungsi kelenjar tiroid. Hasil penelitian belakangan ini yang memastikan bahwa selenium dapat mencegah kanker (termasuk kanker kulit akibat paparan matahari) menambah pamornya sebagai mineral yang bermanfaat besar untuk meningkatkan fungsi kekebalan tubuh manusia.

• Mempertahankan elastisitas
Bersama vitamin E, selenium berfungsi mempertahankan elastisitas jaringan dan bila kadar selenium berkurang maka tubuh akan mengalami penuaan dini, yaitu kondisi sel yang rusak sebelum waktunya.

d. Bahaya Selenium
Selenium adalah unsure yang deperlukan manusian dan hewan. Selenium juga berbahaya bagi manusia dan hewan jika dimakan dalam jumlah yang melebihi kebutuhan nutrisi. Asam selenida pada konsentrasi 1.5 ppm tidak boleh ada dalam tubuh manusia. Selenium merupakan unsure toksik bagi manusia dan hewan. Kelebihan selenium mengakibatkan edema paru-paru, sakit perut, penyakit kuning, penyakit gastrointestinal kronis, kerontokan rambut dan kelelahan pada manusia. Sedangkan kekurangan selenium dapat mengakibatkan penyakit keschan dan kaschin back pada manusian, yang telah dilaporkan di Cina. Selenium juga mempunyai peran dalam siklus hidup tumbuhan yang menyerap senyawa organoslenium yang terakumulasi dalam tanah daerah semi kering, dan meracuni ternak yang ada disekitarnya. Selenium masuk dalam air alam melalui rembesan dari tanah selenifo dan limbah industry. Air ini dapat mengakibatkan polusi lingkungan yang parah dan keracunan pada kehidupan disekitarnya. Selenium dalam keadaan padat, dalam jumlah yang cukup dalam tanah, dapat memberikan dampak yang fatal pada tanaman pakan hewan. Terpapar dengan senyawa selenium di udara tidak boleh melebihi kadar 0.2 mg/m3 (selama 8 jam kerja perhari-40 jam seminggu) Senyawa selenium digunakan untuk cat, gas, gelas, pewarna, karet dan insektisida serta industri lainnya. Juga digunakan oleh industri kaca untuk mengawawarnakan kaca dan untuk membuat kaca dan lapisan email gigi yang berwarna rubi. Juga digunakan sebagai tinta fotografi dan sebagai bahan tambahan baja tahan karat.Selenium juga dilaporkan ada dalam kertas rokok, tembakau dan bebrapa contoh kosmetik.
e. Sumber
Tumbuhan merupakan sumber utama dari selenium. Sayangnya, kadar selenium yang terdapat pada tumbuhan seringkali berbeda-beda. Kadar dalam tumbuhan tergantung dari kadar Selenium dalam tanah dimana mereka tumbuh. Akibatnya, defisiensi selenium bisa terjadi pada mereka yang hidup di tanah yang sedikit mengandung selenium. Selain dari tumbuhan, selenium bisa juga kita peroleh dari daging hewan termasuk makanan laut,sereal, organ hati dan ginjal hewan. Selenium dalam makanan terdapat dalam bentuk seleno methionin dan selenosistein.
f. Asupan Selenium yang dianjurkan
Pada orang dewasa, 55 mcg selenium per hari sudah mencukupi kebutuhan harian. Tapi pada keadaan hamil, seorang wanita dianjurkan meningkatkan asupan selenium menjadi 60 mcg. Kebutuhan ini lebih meningkat lagi saat seorang ibu menyusui anaknya. Pada saat itu, kebutuhan yang harus dipenuhi sebesar 70 mcg.




MAKALAH KIMIA UNSUR
SELENIUM





OLEH:
YAYUK IM SUPRIANA
TINGKAT/SEMESTER : IC / II
PROGRAM STUDI : PENDIDIKAN MATEMATIKA
STKIP PGRI PACITAN

1 komentar:

  1. bagus banget kak artikelnya,, ditambah dapusnya dong kak :)

    BalasHapus